Daftar Blog Saya

Senin, 16 April 2018

Jangan Menyerah Pemenang


Jiwa yang terpisah oleh satu tetes hujan..
Raga yang terpisah oleh jarak nan ruang..
Ketika langkah menuntunku pada pilihan
Antara mimpi ataukah kenyataan…

Saat lamunan menghapuskan setiap bayang..
Saat  awan mulai merintikan hujan…
Saat semua kepastian seolah semakin memudar…
Saat benteng kekokohan mulai terguncang….

Bukan…bukan itu…
Tidak..tidak lagi..
Takkan ada api yang akan padam sekarang ..
Jika ia berkobar tanpa melihat abu..
Takkan ada prajurit yang gugur dalam peperangan..
Jika ia bertekad bahwa dialah kesatria yang pantas menjadi pemenang..*arina_haque*

Renungan: Kembali Kepada-MU


Apa yang kita pilih adalah apa yang kita pertanggung jawabkan
Apa yang kita miliki adalah apa kita curahkan
Dan apa yang kita usahakan itu yang akan kita petik kemudian
Hidup adalah pilihan

Gelap terang itu rahasia laluan
Usaha dan berjuang itu rahasia kesuksesan
Tekun dan tekad itu kunci sebuah keberhasilan
Tapi, beredarnya siang dan malam itu rahasia Tuhan
Manusia memanglah hanya bisa berencana

Apa yang kita cari belum tentu kita dapatkan
Tapi dengan keyakinan diri yang kita emban
Itu tidak hanya akan menjadi sebuah semu pandangan
Melainkan menjadi  sebuah impi yang kan  jadi kenyataan
Manusia memanglah hanya bisa berencana
  
Semua telah tersirat dalam suratan lauhil mahfudz
Hitam putih senantiasa mewarnai garis kehidupan
Pahit dan manis rasa racikan kehidupan
Hidup berawal dari hembusan nafas
Berjalan dengan rentetan waktu
Tersusun tertib terjadwal Ilahi
Manusia memanglah hanya bisa berencana
  
Membanggakan diri adalah keinginan manusia
Di puji juga keinginan manusia
Mereka boleh berkeinginan,
Tapi.. janganlah lupa posisi Ridho tetap diatas-Nya
SUNGGUH MANUSIA HANYA BISA BERENCANA
  
Kaya dan miskin bagi manusia adalah tergantung usahanya
Tapi kehakikian  rizki itu hanya atas kemurahan-Nya
Ku tanya pada kemiskinan, dimana kau berada?
Ia menjawab “Aku berada di sorban para ulama’,
Mereka adalah saudaraku yang tidak mungkin aku tinggalkan begitu saja”.
Ku tanya pada kekayaan, dimana kau berada?
Ia menjawab “Aku berada di antara kufur dan kesombongan,
Merekalah yang mengagung-agungkanku lebih dari Tuhannya, 
Mana mungkin aku tidak bangga”.

Kebodohan dan kepandaian bagi manusia itu tergantung usahanya
Tapi hakikatnya itu semua siratan kecil dari Tuhan Yang Maha Alim
Ku tanya pada kebodohan, dimana kau berada?
Ia menjawab”Aku berada di antara mereka yang enggan bangkit,
Serta melangkah untuk memulai hal yang lebih,
Dengan mereka aku di jamu layaknya tamu kehormatan
Bersantai manja tanpa ada pikiran”.

Ku tanya pada kepandaian, dimana kau berada?
Ia menjawab”Aku berada bersama mereka yang giat dan tidak mendewakan akal,
Terus melangkah dengan cinta Tuhannya dan tak pernah putus asa
Dengan mereka aku belajar mencakar langit dan merangkul dunia dengan keimanan”.

Manusia memang hanya bisa berencana
Mereka bebas menyusun rapi keinginan
Merangkai bagaimana masa depan
Menyusun langkah apa yang akan mereka lakukan
Namun, semua tetaplah ALLAH AZZA WAJALLA yang menentukan.
Kembalilah dan menggadah pada-Nya yang tak henti mendengarmu, 
Meski engkau tak lagi menyandang iman.*Devi_Camelia*


Sabtu, 14 April 2018

Kemasan Apik Acara Milad UKM Kerohanian

Panitia acara Milad UKM Kerohanian "By:Sie Dekdok"
KEDIRI- Festival Banjari atau FESBAN dan Isra' Mi'raj kembali digelar di Kampus 1-STAIN Kediri yang dikemas rapi dalam acara Milad UKM Kerohanian. Acara berlangsung sejak dibukanya acara pada pukul 9 pagi oleh bapak Mu'tasim Billah selaku PK 3 STAIN Kediri dan berakhir pada pukul 11 malam.(14/4).

Berlangsungnya acara "By:ghozi"
Festival banjari Se-jatim dengan tema "Membumikan bumi islami dengan jiwa qur'ani dalam meraih jalan ilahi" ini dimeriahkan dengan Festival Banjari untuk remaja usia dibawah 18 tahun. Acara berlangsung satu hari dan diikuti oleh 44 peserta yang antusias dan optimis dengan penampilan terbaik sesuai dengan nomer urut tampil masing-masing.

“Semoga bisa menang dan mendapatkan barokah dari solawat” ujar Muzaki salah satu peserta Fesban yang akan tampil.

Pemotongan tumpeng "By: Sie Dekdok"
Sebagai inti dari acara Milad, UKM Kerohanian telah merayakannya dengan simbolisasi berupa pemotongan tumpeng yang diwakili oleh bapak Ali Anwar seusai magrib. Selain itu, tamu dari perwakilan Dema dan Presma pun telah menghadiri acara tersebut. 

Acara pun diakhiri dengan pengumuman hasil lomba dengan perebutan juara-juara yang mendapatkan apresiasi berupa hadiah uang tunai, tropi dan bingkisan oleh hasil ketentuan nilai dari juri, yang telah diumumkan setelah dilaksanakannya malam puncak yang disebut Lailatus Solawat yakni membaca diba' bersama yang dipimpin oleh UKM Kerohanian sendiri. Berikut nama-nama grup yang menjadi juara di fesban 2018:
Juara Terbaik 1 : Grup banjari Tatwam Asih
Juara Terbaik 2 : Grup banjari Musthofa Habibi
Juara Terbaik 3 : Grup banjari Nawaitus Sholawat
Juara Terbaik 4 : Grup banjari Aljalalah
Juara Terbaik 5 : Grup banjari AHM Sani
Vocal Favorit    : Al Furqon
Musik Favorit   : Al Awsho
Backing Favorit: Robbani
Kostum Terbaik:Bani Hasyim
Peserta Teladan : Naghomul Jannah

Disamping itu, panitia fesban terlihat selaras dan kompak dengan saragam dan jas almamater yang dikenakan. "Super sekali, disini dituntut untuk benar-benar ikhlas dalam mengahabiskan waktu yang manfaat seperti dalam suatu hadist mengatakan tidak kan berpindah langkah seorang hamba kelak di hari kiamat sebelum ditanya akan 4 hal, Salah satunya untuk apa waktunya dipergunakan". Berikut tanggapan Risma dari TBI selaku panitia acara ketika ditanya tentang kesan mengikuti UKM Kerohanian.

"Semoga UKM Kerohanian semakin baik dan membawa pengaruh positif serta semakin bisa membumikan Islam di bumi STAIN Kediri dengan seni seni Islaminya." tambahnya sebagai harapan untuk UKM Kerohanian kedepan. #PersDevision*Devi_Camelia*

Reporter: Ghozi Ahmad, Alfiyan P. Aji


Jumat, 13 April 2018

Bengkel Bahasa Inggris di STAIN KEDIRI

KEDIRI- Program grammar yang diadakan oleh English Learner Association (ELA) telah dilaksanakan perdana, pada pukul 15.00 di gedung K 101 STAIN Kediri. Pada pertemuan hari ini jumlah peserta masih terbilang sedikit, hal itu dikarenakan masih dalam proses perekrutan anggota di minggu pertama. Program grammar ELA ini dibimbing secara langsung oleh Nurul Ihyatin Al Qorni sebagai coordinator program ELA.(12/4).
Perkenalan Anggota "by: Nurul F.I"
Pada pertemuan kali ini jumlah anggota ELA ini masih bisa dikatakan minim karena hanya 11 mahasiswi yang bisa hadir, 2 diantaranya adalah mahasiswi dari prodi PAI. Program perdana ELA berlangsung selama 1 jam. Dimana di pertemuan ini, mahasiswa mahasiswi STAIN Kediri masih dalam tahap pengenalan terhadap anggota masing-masing. Materi grammar yang disuguhkan merupakan penjelasan mendalam tentang Part of Speech yang kita kenal dengan kelas-kelas kata. Disini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali pengertian dan penjelasan anggota part of speech dan mengerti akan contoh-contoh dari part of speech. Proses pengenalan Part of Speech ini diberikan di dalam pertemuan pertama dikarenakan Part of speech merupakan salah satu pondasi dasar dalam memahami grammar di dalam proses pembelajaran bahasa Inggris.

Dalam proses pembelajaran yang berlangsung, coordinator ELA juga menjelaskan materi Part of Speech dengan metode yang menarik, seperti melagukan anggota dari Part of Speech (PANCAVIP). Sehingga mahasiswa yang mengikuti program merasa senang dan termotivasi pada diri mereka bahwa belajar bahasa inggris itu mudah ketika kita dapat menikmati proses yang sudah kita lalui. Selain itu terdapat juga tantangan atau test mentality terhadap anggota grammar ELA, diantaranya yaitu pelatihan untuk meng argumentkan pengetahuan anggota tentang part of speech.

“Pembelajaran kemarin menyenangkan sekali, baru kali ini belajar bahasa inggris yang seru banget, nambah ilmu juga, soalnya saya pribadi juga kurang menguasai bahasa inggris meskipun sudah di semester tua” tutur Navila peserta pembelajaran grammar club.#PersDevision*umi_


Go to link:  www.tbistainkediri.blogspot.com


Rabu, 11 April 2018

Meretas Isu ELA dan DEMA ‘BERBEDA’


 Pembukaan pendaftaran sampai tanggal 19 april 2018 *by: Yusril*
Akhir-akhir ini nama ELA telah banyak terdengar di kalangan mahasiswa terutama di kalangan mahasiswa prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI). Kebanyakan mahasiswa berfikir bahwa ELA adalah nama lain dari Dewan Mahasiswa (DEMA) Prodi TBI begitu pun juga sebaliknya. Namun kenyataannya bukan seperti itu. ELA dan DEMA memiliki perbedaan meskipun perbedaan tersebut tidak terlalu significan, akan tetapi perkataan bahwa ELA adalah DEMA TBI adalah statement yang perlu dibenarkan.

English Learner Association (ELA) adalah sebuah forum diskusi dari mahasiswa prodi TBI yang berorientasi kepada seluruh mahasiswa STAIN Kediri untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berbahasa inggris. Dengan adanya forum pembelajaran ini diharapkan ELA mampu menjadi wadah mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan mengembangkan kreatifitas pembelajaran Bahasa Inggris. 


Perlu kita ketahui bahwa Pencetus nama ELA adalah DEMA Prodi TBI masa bakti 2016-2017 yang diketuai oleh M. Dedik Kurniawan. Mas dedik menuturkan bahwa "beliau mencetuskan nama ELA karena terispirasi dengan forum di kampus besar seperti jika dilihat di Universitas Brawijaya (UB) di fakultas teknik sendiri memiliki tiga 3 Lembaga Semi Otonom (LSO) yang dibawahi oleh Departemen HKI & Keilmuan BEM Teknik Universitas Brawijaya yaitu: Al Hadid, LPM Solid, dan PMK Yehezkil"

Namun sejatinya tidak hanya sekedar mencetuskan nama ELA namun sekaligus Logo yang ternyata menjadi pemenang di acara perlombaan desain logo yang diadakan di rektorat. sehingga nama ELA beserta Logo tersebut diresmikan sebagai LSO di DEMA oleh DEMA TBI dan Pak Mu'tasim billah selaku ketua PK 3 kala itu. Pada saat itu program ELA hanya fokus pada program speech dan debate saja. Namun seiring berjalannya waktu dan kurangnya sosialisasi tentang pengertian dan maksud ELA tersebut, munculah presepsi yang sampai saat ini berkembang bahwa ELA adalah nama lain DEMA prodi TBI.

Pada tahun ini ELA dirintis sebagai Lembaga Semi Otonom dibawah naungan DEMA Prodi TBI masa bakti 2017-2018, dan dikarenakan visi dan misi yang dimiliki oleh ELA hampir sama dengan Departemen Pendidikan maka tahun ini, ELA dikendalikan oleh Departement Pendidikan di Dema Prodi TBI untuk sementara. Ketua Dema TBI, Fatimatun Nisa’ menambahkan bahwa “Department pendidikan akan mengurus jalannya ELA untuk sementara ini sampai perekrutan anggota baru, akan tetapi apabila kepengurusan ELA hanya mendapatkan anggota yang sendikit dan tidak memungkinkan untuk membuat kepengurusan baru, maka jalannya program ELA akan di awasi dan dikendalikan oleh Departemen Pendidikan.” Yang kemudian, ELA dinantikan menjadi Forum yang berkembang dan berdiri independen. Dengan demikian, ELA dan DEMA TBI merupakan suatu nama yang berbeda namun saling berkaitan.


Saat ini ELA masih dalam tahap perekrutan anggota dan penawaran program yang bervariasi, diantaranya:
Grammar yang dilaksanakan pada hari kamis jam 15.00 di gedung K 101.
English Club yang dilaksanakan pada hari sabtu di jam 07.30 di pagi hari. Program English club ini meliputi:
a.       Debate
b.      Speech
Selain itu, terdapat beragam fasilitas yang ELA berikan, diantaranya:
 Mentor yang berkompeten.
Adanya bimbingan dosen yang handal.
Tanpa mengeluarkan biaya.
Proses dan metode pembelajaran menarik.
Adanya Outing Class di setiap 1 bulan 1 kali.

Dengan adanya ELA, diharapkan mampu menjadi tempat tersalurnya bakat dan kreativitas bagi mahasiswa-mahasiswi STAIN agar bersemangat dalam meningkatkan pengetahuan di dalam pembelajaran Bahasa Inggris dan bisa membangun tali silaturahmi antar mahasiswa STAIN KEDIRI.#Pers Devision*Nanda_wahyu* *Jay_ *& *Umi_*

Minggu, 01 April 2018

Seteguk Nuansa di Perjalanan yang Tak Terlupa

perjalanan yang tak terlupa *By:Silhoute*
Senja nampak begitu gagah diujung persawahan asri dibumi yang sedang menangis. Diujung barat dia melambaikan senyumnya lewat biasan manis berwarna jingga. Hujan kala itu membuat ridangnya pohon bak embun di sore hari. Keindahan yang terlewati oleh ban-ban hitam yang berjajar dijalan raya. Hujan menemani putaran roda hitam kami dijalanan menuju ke sumber air desa ngadiluwih. Pakaian pakaian dan niat yang mulai dibanjiri oleh rintikan hujan yang tak terhitung. Namun hujan tak pernah membuat kita berhenti, dibalik rintiknya yang menyimpan kesegaran yang membuat kita rindu lagi dan lagi bak musim kemarau yang merayu kehadiran hujan. Kita mengejar waktu. Waktu pun membalas dengan mengajak kita berlari dan entah siapa yang menjadi pemenang diantara kita dan waktu. kita juga menyandang nama, nama kita dan nama yang membuat kita bangga datang pada visi dan misi yang sama. Menyatukan pikiran dan asa dalam kemasan satu malam keakraban di alam sumber air ngadiluwih.

Kala itu kami berlima (Dinda, Nurul, Nanda, Kia dan Camel) tertinggal rombongan sepeda motor yang sudah terlebih dahulu menerjang hujan sore yang mengguyur kawasan ramai kota Kediri. Raut kebingungan dan gelisah tak lepas dari raut muka kami. Menunggu kabar dari rombongan yang sudah berangkat sampai ke lokasi dengan harapan agar mereka membalas pesan whatsap kami yang masih tertinggal digubuk basah selatan kampus sembari menanti hujan sedikit berbaik hati untuk berhenti menitih. 

Saat awan dan hujan mulai ramah kami pun berusaha melewati jalanan dengan pegangan google map yang menuntun perjalanan kita. Dan ternyata alamat di google map menuntun kita pada ujung persawahan yang tidak ada keberadaan satu manusia bumi pun disana. Entah kita yang tengah terdampar di planet lain atau memang sumber air dibalik persawahan itu sudah kering? Entahlah, mungkin kita memang kurang beruntung dengan alamat yang diarahkan. Dan kami berlima pun memutar arah kemudi untuk menuju kearah jalan raya. Disana kami tertolong dengan panggilan dari patner-patner kami yang sudah sampai. Ketua dema pun terjun langsung untuk menjemput kami di persimpangan jalan menuju sumber air ngadiluwih.

Kami pun sampai dengan pengantar jalan yang berbeda kenangan dari jalan teman-teman yang telah sampai. Rasa lelah tak lagi terasa dengan suguhan pemandangan indah dan bersih saat kami sampai disana. Rasa dingin yang menusuk rusuk menyambut kenangan baru dalam ingatan yang tak terlupa. Kami disini hari ini dan kembali esok hari. Dengan kesan yang berbeda di tempat yang sama bumi sumber air ngadiluwih. Kami ucapkan salam jumpa dan cita bahagia atas kenangan dan kesan manis yang tersimpan dalam ingatan di tempat penghela nafas yang asri, Wisata Sumber Air- Ngadiluwih”.#Pers Devision*Devi_Camelia*

MAKRAB: Merangkul Kesan pada Perjumpaan Pertama

Bagaimana kesan menggambarkan kisah kita malam ini? Mungkin jawaban dari kesan akan berbeda dari benak setiap insan yang kehadirannya ada pada Sabtu 17 Maret 2018. Di malam dingin di bumi sumber air Ngadiluwih yang luas dan asri.  Meninggalkan setiap keramaian untuk memilih merajut ingatan dan asa bersama di acara MAKRAB Dema Prodi Bahasa Inggris yang menjadi cara kita bertatap muka dan bertegur sapa dikemudian hari. Kita yang disatukan dalam satu wadah usai seleksi dilaksanakan di hari yang lalu.
"Sebelum pulang dari MAKRAB" by Devi Camelia

Dengan adanya acara ini diharapkan anggota DEMA yang terpilih mampu memahami sistem birokrasi mahasiswa, mengenal satu sama lain, dan memahami tugas dan tujuan dema prodi TBI. Selain itu kita juga disuguhi dengan medan tantangan yang menuntut kita untuk berpikir dan bertanggung jawab dalam satu waktu yang disebut agenda. 

Hal ini selaras dengan tuturan kak nisa selaku ketua dema TBI agenda makrab ini merupakan agenda paling perdana dibandingkan dema-dema yang lain, ketua umum pun mengacungkan jempol atas keputusan cepat kami yang memilih berlari dari pada bersantai usai pemilihan. Saya harap adanya makrab ini bisa menambah ilmu, mempererat anggota dema dan sekaligus menjadi sarana pemahaman agenda kedepan di organisasi dema itu sendiri”.

Acara dimulai usai senja berubah menjadi mega merah. Disitu lah tamu mulai berdatangan dan mengisi waktu demi waktu dengan titihan ilmu yang bermanfaat. Dengan acara diskusi dan sharing mengenai seluk beluk kampus dan susunan birokrasi mahasiswa yang dibagikan tamu undangan yang luar biasa menginspirasi. Disana kita mengenal sosok mas Wachid sebagai PRESMA (Presiden Mahasiswa) yang berbagi tentang birokrasi kampus dan organisasi DEMA. Kita juga mengenal perwakilan SEMA (Senat Mahasiswa) jurusan Tarbiyah dan senior-senior lainnya yang tidak sungkan membagikan pengalamannya. Disanalah kita menyadari betapa pentingnya peran mahasiswa berorganisasi untuk kemajuan kampus.

Acara kecil yang dibumbui dengan kopi hangat dan piringan cemilan mampu menyatukan tawa dan pemikiran cemerlang pada malam berintik hujan kala itu. Racikan semangat tak lupa disisipkan oleh pemimpin-pemimpin organisasi yang hadir, yang menjadikan aroma jagung bakar hangat setelah diskusi semakin terasa harum dan nikmat. Diskusi dengan berbagai topik telah ditelan dan dicerna oleh anggota keluarga DEMA baru demi terwujudnya visi dan misi DEMA itu sendiri. Karena merekalah agen perubahan yang mengemban harapan kampus dan prodinya yang sudah baik untuk menjadi yang terbaik.

                “Senang sekali bisa berkumpul dengan atmosfir yang baru seperti ini, semua sangat antusias meskipun beberapa ada yang berhalangan hadir. Semoga tali silaturahmi terus terjalin and we can change English Departement to be better by holding in each other” tambah kak Nisa. #Pers Devision-*Devi_Camelia*