Apa yang kita pilih adalah apa yang kita pertanggung
jawabkan
Apa yang kita
miliki adalah apa kita curahkan
Dan apa yang kita
usahakan itu yang akan kita petik kemudian
Hidup adalah
pilihan
Gelap terang itu
rahasia laluan
Usaha dan
berjuang itu rahasia kesuksesan
Tekun dan tekad
itu kunci sebuah keberhasilan
Tapi, beredarnya
siang dan malam itu rahasia Tuhan
Manusia memanglah
hanya bisa berencana
Apa yang kita
cari belum tentu kita dapatkan
Tapi dengan
keyakinan diri yang kita emban
Itu tidak hanya
akan menjadi sebuah semu pandangan
Melainkan
menjadi sebuah impi yang kan jadi kenyataan
Manusia memanglah
hanya bisa berencana
Semua telah
tersirat dalam suratan lauhil mahfudz
Hitam putih senantiasa
mewarnai garis kehidupan
Pahit dan manis
rasa racikan kehidupan
Hidup berawal
dari hembusan nafas
Berjalan dengan
rentetan waktu
Tersusun tertib
terjadwal Ilahi
Manusia memanglah
hanya bisa berencana
Membanggakan diri
adalah keinginan manusia
Di puji juga
keinginan manusia
Mereka boleh
berkeinginan,
Tapi.. janganlah
lupa posisi Ridho tetap diatas-Nya
SUNGGUH MANUSIA
HANYA BISA BERENCANA
Kaya dan miskin
bagi manusia adalah tergantung usahanya
Tapi
kehakikian rizki itu hanya atas
kemurahan-Nya
Ku tanya pada
kemiskinan, dimana kau berada?
Ia menjawab “Aku
berada di sorban para ulama’,
Mereka adalah
saudaraku yang tidak mungkin aku tinggalkan begitu saja”.
Ku tanya pada
kekayaan, dimana kau berada?
Ia menjawab “Aku
berada di antara kufur dan kesombongan,
Merekalah yang
mengagung-agungkanku lebih dari Tuhannya,
Mana mungkin aku
tidak bangga”.
Kebodohan dan
kepandaian bagi manusia itu tergantung usahanya
Tapi hakikatnya
itu semua siratan kecil dari Tuhan Yang Maha Alim
Ku tanya pada
kebodohan, dimana kau berada?
Ia menjawab”Aku
berada di antara mereka yang enggan bangkit,
Serta melangkah
untuk memulai hal yang lebih,
Dengan mereka aku
di jamu layaknya tamu kehormatan
Bersantai manja
tanpa ada pikiran”.
Ku tanya pada
kepandaian, dimana kau berada?
Ia menjawab”Aku
berada bersama mereka yang giat dan tidak mendewakan akal,
Terus melangkah
dengan cinta Tuhannya dan tak pernah putus asa
Dengan mereka aku
belajar mencakar langit dan merangkul dunia dengan keimanan”.
Manusia memang hanya
bisa berencana
Mereka bebas
menyusun rapi keinginan
Merangkai
bagaimana masa depan
Menyusun langkah apa yang akan mereka lakukan
Namun, semua
tetaplah ALLAH AZZA WAJALLA yang menentukan.
Kembalilah dan menggadah pada-Nya yang tak henti mendengarmu,
Meski engkau tak lagi menyandang iman.*Devi_Camelia*