Daftar Blog Saya

Rabu, 11 April 2018

Meretas Isu ELA dan DEMA ‘BERBEDA’


 Pembukaan pendaftaran sampai tanggal 19 april 2018 *by: Yusril*
Akhir-akhir ini nama ELA telah banyak terdengar di kalangan mahasiswa terutama di kalangan mahasiswa prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI). Kebanyakan mahasiswa berfikir bahwa ELA adalah nama lain dari Dewan Mahasiswa (DEMA) Prodi TBI begitu pun juga sebaliknya. Namun kenyataannya bukan seperti itu. ELA dan DEMA memiliki perbedaan meskipun perbedaan tersebut tidak terlalu significan, akan tetapi perkataan bahwa ELA adalah DEMA TBI adalah statement yang perlu dibenarkan.

English Learner Association (ELA) adalah sebuah forum diskusi dari mahasiswa prodi TBI yang berorientasi kepada seluruh mahasiswa STAIN Kediri untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berbahasa inggris. Dengan adanya forum pembelajaran ini diharapkan ELA mampu menjadi wadah mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan mengembangkan kreatifitas pembelajaran Bahasa Inggris. 


Perlu kita ketahui bahwa Pencetus nama ELA adalah DEMA Prodi TBI masa bakti 2016-2017 yang diketuai oleh M. Dedik Kurniawan. Mas dedik menuturkan bahwa "beliau mencetuskan nama ELA karena terispirasi dengan forum di kampus besar seperti jika dilihat di Universitas Brawijaya (UB) di fakultas teknik sendiri memiliki tiga 3 Lembaga Semi Otonom (LSO) yang dibawahi oleh Departemen HKI & Keilmuan BEM Teknik Universitas Brawijaya yaitu: Al Hadid, LPM Solid, dan PMK Yehezkil"

Namun sejatinya tidak hanya sekedar mencetuskan nama ELA namun sekaligus Logo yang ternyata menjadi pemenang di acara perlombaan desain logo yang diadakan di rektorat. sehingga nama ELA beserta Logo tersebut diresmikan sebagai LSO di DEMA oleh DEMA TBI dan Pak Mu'tasim billah selaku ketua PK 3 kala itu. Pada saat itu program ELA hanya fokus pada program speech dan debate saja. Namun seiring berjalannya waktu dan kurangnya sosialisasi tentang pengertian dan maksud ELA tersebut, munculah presepsi yang sampai saat ini berkembang bahwa ELA adalah nama lain DEMA prodi TBI.

Pada tahun ini ELA dirintis sebagai Lembaga Semi Otonom dibawah naungan DEMA Prodi TBI masa bakti 2017-2018, dan dikarenakan visi dan misi yang dimiliki oleh ELA hampir sama dengan Departemen Pendidikan maka tahun ini, ELA dikendalikan oleh Departement Pendidikan di Dema Prodi TBI untuk sementara. Ketua Dema TBI, Fatimatun Nisa’ menambahkan bahwa “Department pendidikan akan mengurus jalannya ELA untuk sementara ini sampai perekrutan anggota baru, akan tetapi apabila kepengurusan ELA hanya mendapatkan anggota yang sendikit dan tidak memungkinkan untuk membuat kepengurusan baru, maka jalannya program ELA akan di awasi dan dikendalikan oleh Departemen Pendidikan.” Yang kemudian, ELA dinantikan menjadi Forum yang berkembang dan berdiri independen. Dengan demikian, ELA dan DEMA TBI merupakan suatu nama yang berbeda namun saling berkaitan.


Saat ini ELA masih dalam tahap perekrutan anggota dan penawaran program yang bervariasi, diantaranya:
Grammar yang dilaksanakan pada hari kamis jam 15.00 di gedung K 101.
English Club yang dilaksanakan pada hari sabtu di jam 07.30 di pagi hari. Program English club ini meliputi:
a.       Debate
b.      Speech
Selain itu, terdapat beragam fasilitas yang ELA berikan, diantaranya:
 Mentor yang berkompeten.
Adanya bimbingan dosen yang handal.
Tanpa mengeluarkan biaya.
Proses dan metode pembelajaran menarik.
Adanya Outing Class di setiap 1 bulan 1 kali.

Dengan adanya ELA, diharapkan mampu menjadi tempat tersalurnya bakat dan kreativitas bagi mahasiswa-mahasiswi STAIN agar bersemangat dalam meningkatkan pengetahuan di dalam pembelajaran Bahasa Inggris dan bisa membangun tali silaturahmi antar mahasiswa STAIN KEDIRI.#Pers Devision*Nanda_wahyu* *Jay_ *& *Umi_*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar