Daftar Blog Saya

Senin, 16 April 2018

Renungan: Kembali Kepada-MU


Apa yang kita pilih adalah apa yang kita pertanggung jawabkan
Apa yang kita miliki adalah apa kita curahkan
Dan apa yang kita usahakan itu yang akan kita petik kemudian
Hidup adalah pilihan

Gelap terang itu rahasia laluan
Usaha dan berjuang itu rahasia kesuksesan
Tekun dan tekad itu kunci sebuah keberhasilan
Tapi, beredarnya siang dan malam itu rahasia Tuhan
Manusia memanglah hanya bisa berencana

Apa yang kita cari belum tentu kita dapatkan
Tapi dengan keyakinan diri yang kita emban
Itu tidak hanya akan menjadi sebuah semu pandangan
Melainkan menjadi  sebuah impi yang kan  jadi kenyataan
Manusia memanglah hanya bisa berencana
  
Semua telah tersirat dalam suratan lauhil mahfudz
Hitam putih senantiasa mewarnai garis kehidupan
Pahit dan manis rasa racikan kehidupan
Hidup berawal dari hembusan nafas
Berjalan dengan rentetan waktu
Tersusun tertib terjadwal Ilahi
Manusia memanglah hanya bisa berencana
  
Membanggakan diri adalah keinginan manusia
Di puji juga keinginan manusia
Mereka boleh berkeinginan,
Tapi.. janganlah lupa posisi Ridho tetap diatas-Nya
SUNGGUH MANUSIA HANYA BISA BERENCANA
  
Kaya dan miskin bagi manusia adalah tergantung usahanya
Tapi kehakikian  rizki itu hanya atas kemurahan-Nya
Ku tanya pada kemiskinan, dimana kau berada?
Ia menjawab “Aku berada di sorban para ulama’,
Mereka adalah saudaraku yang tidak mungkin aku tinggalkan begitu saja”.
Ku tanya pada kekayaan, dimana kau berada?
Ia menjawab “Aku berada di antara kufur dan kesombongan,
Merekalah yang mengagung-agungkanku lebih dari Tuhannya, 
Mana mungkin aku tidak bangga”.

Kebodohan dan kepandaian bagi manusia itu tergantung usahanya
Tapi hakikatnya itu semua siratan kecil dari Tuhan Yang Maha Alim
Ku tanya pada kebodohan, dimana kau berada?
Ia menjawab”Aku berada di antara mereka yang enggan bangkit,
Serta melangkah untuk memulai hal yang lebih,
Dengan mereka aku di jamu layaknya tamu kehormatan
Bersantai manja tanpa ada pikiran”.

Ku tanya pada kepandaian, dimana kau berada?
Ia menjawab”Aku berada bersama mereka yang giat dan tidak mendewakan akal,
Terus melangkah dengan cinta Tuhannya dan tak pernah putus asa
Dengan mereka aku belajar mencakar langit dan merangkul dunia dengan keimanan”.

Manusia memang hanya bisa berencana
Mereka bebas menyusun rapi keinginan
Merangkai bagaimana masa depan
Menyusun langkah apa yang akan mereka lakukan
Namun, semua tetaplah ALLAH AZZA WAJALLA yang menentukan.
Kembalilah dan menggadah pada-Nya yang tak henti mendengarmu, 
Meski engkau tak lagi menyandang iman.*Devi_Camelia*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar