Bagaimana kesan
menggambarkan kisah kita malam ini? Mungkin jawaban dari kesan akan berbeda
dari benak setiap insan yang kehadirannya ada pada Sabtu 17 Maret 2018. Di
malam dingin di bumi sumber air Ngadiluwih yang luas dan asri. Meninggalkan setiap keramaian untuk memilih merajut
ingatan dan asa bersama di acara MAKRAB Dema Prodi Bahasa Inggris yang menjadi
cara kita bertatap muka dan bertegur sapa dikemudian hari. Kita yang disatukan
dalam satu wadah usai seleksi dilaksanakan di hari yang lalu.
Dengan adanya
acara ini diharapkan anggota DEMA yang terpilih mampu memahami sistem birokrasi
mahasiswa, mengenal satu sama lain, dan memahami tugas dan tujuan dema prodi
TBI. Selain itu kita juga disuguhi dengan medan tantangan yang menuntut kita
untuk berpikir dan bertanggung jawab dalam satu waktu yang disebut agenda.
Hal
ini selaras dengan tuturan kak nisa selaku ketua dema TBI “agenda makrab ini merupakan agenda paling perdana dibandingkan
dema-dema yang lain, ketua umum pun mengacungkan jempol atas keputusan cepat
kami yang memilih berlari dari pada bersantai usai pemilihan. Saya harap adanya
makrab ini bisa menambah ilmu, mempererat anggota dema dan sekaligus menjadi
sarana pemahaman agenda kedepan di organisasi dema itu sendiri”.
Acara dimulai
usai senja berubah menjadi mega merah. Disitu lah tamu mulai berdatangan dan
mengisi waktu demi waktu dengan titihan ilmu yang bermanfaat. Dengan acara
diskusi dan sharing mengenai seluk
beluk kampus dan susunan birokrasi mahasiswa yang dibagikan tamu undangan yang
luar biasa menginspirasi. Disana kita mengenal sosok mas Wachid sebagai PRESMA
(Presiden Mahasiswa) yang berbagi tentang birokrasi kampus dan organisasi DEMA.
Kita juga mengenal perwakilan SEMA (Senat Mahasiswa) jurusan Tarbiyah dan
senior-senior lainnya yang tidak sungkan membagikan pengalamannya. Disanalah
kita menyadari betapa pentingnya peran mahasiswa berorganisasi untuk kemajuan
kampus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar