| perjalanan yang tak terlupa *By:Silhoute* |
Kala itu kami
berlima (Dinda, Nurul, Nanda, Kia dan Camel) tertinggal rombongan sepeda motor
yang sudah terlebih dahulu menerjang hujan sore yang mengguyur kawasan ramai
kota Kediri. Raut kebingungan dan gelisah tak lepas dari raut muka kami.
Menunggu kabar dari rombongan yang sudah berangkat sampai ke lokasi dengan
harapan agar mereka membalas pesan whatsap
kami yang masih tertinggal digubuk basah selatan kampus sembari menanti hujan
sedikit berbaik hati untuk berhenti menitih.
Saat awan dan
hujan mulai ramah kami pun berusaha melewati jalanan dengan pegangan google map yang menuntun perjalanan
kita. Dan ternyata alamat di google map
menuntun kita pada ujung persawahan yang tidak ada keberadaan satu manusia bumi
pun disana. Entah kita yang tengah terdampar di planet lain atau memang sumber
air dibalik persawahan itu sudah kering? Entahlah, mungkin kita memang kurang
beruntung dengan alamat yang diarahkan. Dan kami berlima pun memutar arah
kemudi untuk menuju kearah jalan raya. Disana kami tertolong dengan panggilan
dari patner-patner kami yang sudah
sampai. Ketua dema pun terjun langsung untuk menjemput kami di persimpangan
jalan menuju sumber air ngadiluwih.
Kami pun sampai
dengan pengantar jalan yang berbeda kenangan dari jalan teman-teman yang telah
sampai. Rasa lelah tak lagi terasa dengan suguhan pemandangan indah dan bersih
saat kami sampai disana. Rasa dingin yang menusuk rusuk menyambut kenangan baru
dalam ingatan yang tak terlupa. Kami disini hari ini dan kembali esok hari.
Dengan kesan yang berbeda di tempat yang sama bumi sumber air ngadiluwih. Kami
ucapkan salam jumpa dan cita bahagia atas kenangan dan kesan manis yang
tersimpan dalam ingatan di tempat penghela nafas yang asri, Wisata Sumber Air-
Ngadiluwih”.#Pers Devision*Devi_Camelia*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar