Daftar Blog Saya

Minggu, 01 April 2018

Seteguk Nuansa di Perjalanan yang Tak Terlupa

perjalanan yang tak terlupa *By:Silhoute*
Senja nampak begitu gagah diujung persawahan asri dibumi yang sedang menangis. Diujung barat dia melambaikan senyumnya lewat biasan manis berwarna jingga. Hujan kala itu membuat ridangnya pohon bak embun di sore hari. Keindahan yang terlewati oleh ban-ban hitam yang berjajar dijalan raya. Hujan menemani putaran roda hitam kami dijalanan menuju ke sumber air desa ngadiluwih. Pakaian pakaian dan niat yang mulai dibanjiri oleh rintikan hujan yang tak terhitung. Namun hujan tak pernah membuat kita berhenti, dibalik rintiknya yang menyimpan kesegaran yang membuat kita rindu lagi dan lagi bak musim kemarau yang merayu kehadiran hujan. Kita mengejar waktu. Waktu pun membalas dengan mengajak kita berlari dan entah siapa yang menjadi pemenang diantara kita dan waktu. kita juga menyandang nama, nama kita dan nama yang membuat kita bangga datang pada visi dan misi yang sama. Menyatukan pikiran dan asa dalam kemasan satu malam keakraban di alam sumber air ngadiluwih.

Kala itu kami berlima (Dinda, Nurul, Nanda, Kia dan Camel) tertinggal rombongan sepeda motor yang sudah terlebih dahulu menerjang hujan sore yang mengguyur kawasan ramai kota Kediri. Raut kebingungan dan gelisah tak lepas dari raut muka kami. Menunggu kabar dari rombongan yang sudah berangkat sampai ke lokasi dengan harapan agar mereka membalas pesan whatsap kami yang masih tertinggal digubuk basah selatan kampus sembari menanti hujan sedikit berbaik hati untuk berhenti menitih. 

Saat awan dan hujan mulai ramah kami pun berusaha melewati jalanan dengan pegangan google map yang menuntun perjalanan kita. Dan ternyata alamat di google map menuntun kita pada ujung persawahan yang tidak ada keberadaan satu manusia bumi pun disana. Entah kita yang tengah terdampar di planet lain atau memang sumber air dibalik persawahan itu sudah kering? Entahlah, mungkin kita memang kurang beruntung dengan alamat yang diarahkan. Dan kami berlima pun memutar arah kemudi untuk menuju kearah jalan raya. Disana kami tertolong dengan panggilan dari patner-patner kami yang sudah sampai. Ketua dema pun terjun langsung untuk menjemput kami di persimpangan jalan menuju sumber air ngadiluwih.

Kami pun sampai dengan pengantar jalan yang berbeda kenangan dari jalan teman-teman yang telah sampai. Rasa lelah tak lagi terasa dengan suguhan pemandangan indah dan bersih saat kami sampai disana. Rasa dingin yang menusuk rusuk menyambut kenangan baru dalam ingatan yang tak terlupa. Kami disini hari ini dan kembali esok hari. Dengan kesan yang berbeda di tempat yang sama bumi sumber air ngadiluwih. Kami ucapkan salam jumpa dan cita bahagia atas kenangan dan kesan manis yang tersimpan dalam ingatan di tempat penghela nafas yang asri, Wisata Sumber Air- Ngadiluwih”.#Pers Devision*Devi_Camelia*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar