Daftar Blog Saya

Senin, 21 Mei 2018

BERBAGI RAMADAN BERSAMA DEMA DAN LASKAR PENGAJAR

KEDIRI- Hari ke- 4 ramadhan 1439 H Dewan Exsekutif Mahasiswa IAIN Kediri (DEMA) dan Laskar Pengajar (LP) bekerjasama untuk mengelar acara buka bersama di gedang sewu- pare dengan tema indahnya berbagi dibulan yang suci. Acara berlangsung antusias dengan 42 anak-anak dan beberapa wali serta warga desa gedung sewu. Acara buka bersama ini merupakan acara kerjasama pertama antara DEMA dan LP dari pare yang di lokasikan dimasjid gedang sewu sejak pukul 15.00 sampai 18.30.(20/5).

foto bersama usai buka bersama "by: LaskarPengajar"

Acara ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara anggota DEMA dengan masyarakat di Gedang Sewu terutama membangun kepedulian pada anak-anak dan sesama. Acara dimulai dengan pengenalan dari pihak komunitas Laskar Pengajar dan DEMA IAIN Kediri. Yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian grup untuk game, dalam hal ini ada 6 grup yang masing- masing beranggotakan 7 orang anak- anak yang didampingi oleh satu perwakilan dari DEMA dan satu perwakilan dari Laskar Pengajar.

“Terdapat dua jenis permainan yang dilaksanakan yaitu game whispering vocab (bisik” vocab) dan estafet karet yang menggunakan sedotan dari mulut ke mulut. Game ini diharapkan mampu membuat anak-anak lebih ceria dan memotivasi jiwa kompetitif mereka, tetapi disini kami tidak ingin sampai membangun permusuhan dengan memetakan yang kalah atau yang menang karena mereka masih anak-nakan, mungkin akan timbul rasa iri apabila dibedakan seperti itu. Oleh karenanya, semua anak kami jadikan pemenang, dan karena pada dasarnya semua anak adalah pemenang” tutur sie acara.

Kemudian disambung dengan membaca jus 30 bersama-sama yang dipimpin dari pihak Laskar Pengajar. Setelah itu pembukaan resmi dengan warga,pemberian sambutan-sambutan, dan kutum dari ustadz setempat yang sekaligus memimpin do’a, sholat serta berbuka puasa bersama. Acara kemudian ditutup dengan pemberian hadiah dan berfoto bersama.

Dalam sambutan acaranya Mr. Raju selaku ketua LP menuturkan "Terimakasih atas kerjasama antara DEMA IAIN Kediri dengan Laskar Pengajar, semoga bisa terus berlanjut ke kerjasama yang positif dikesempatan lainnya. laskar pengajar adalah komunitas yang peduli pada pendidikan anak-anak, dan mungkin kedepannya dari IAIN Kediri pun bisa turut serta mendidik dan membantu kami dalam membangun pendidikan disini dengan mengirimkan delegasi pendidik".

Selain itu Dinda Digtya selaku ketua pelaksana pun menuturkan“Alhamdulilah senang sekali acara sudah berlalu, bisa nambah pengalaman baru juga, soalnya kita langsung terjun langsung di lokasi yang anak-anaknya pun berbeda latar belakang dengan kita. Belum lagi  kerjasama dengan Laskar Pengajar yang mengajari kita banyak hal termasuk kekompakan dan sikap dewasa mereka yang benar-benar patut ditauladani. karna ya… pasti dalam suatu acara akan ada pelajaran yang bisa kita ambil  baik dari sisi kekurangan maupun kelebihanya, selebihnya itu terimakasih atas kerjasama dari semua pihak yang bersangkutan”.#PersDevision*Devi_Camelia*




Kamis, 03 Mei 2018

MAHASISWA HARUSLAH PUNYA LITERASI DAN SOFTSKILL

KEDIRI- Stadium General telah digelar oleh fakultas tarbiyah di Sport Center (SC)  IAIN kediri sejak pukul 08.30 sampai 11.30 dengan menjunjung tema Menguatkan Soft Skill Mahasiswa dan Membangun Budaya Literasi di Perguruan Tinggi dengan bu Dwi Astutik sebagai pemateri.(4/5)

Pemateri menuturkan melekat dengan mahasiwa  "by: Fajar S.A"
Acara stadium general yang terbilang cukup singkat ini, diadakan setahun sekali untuk mahasiswa baru. Akan tetapi dikarenakan pada tahun sebelumnya belum sempat terlaksana maka, stadium general diadakan tahun ini untuk mahasiswa semester 4.  "Stadium general atau kuliah umum merupakan agenda akademik yang diperuntukan untuk mahasiswa sebagai impementasi mahasiswa untuk mengenal kebijakan-kebijakan pemerintah, mengenal wacana-wacana terbaru dan mengupasnya dalam diskusi- diskusi seperti kuliah tamu, seminar umum dan juga stadium general ini". tutur ibu Nurul Muawanah selaku moderator.

Acara ini diselenggarakan sebagai jembatan mahasiswa akademisi dan praktisi agar lebih mengenal isu-isu yang penting. Dengan adanya acara ini, diharapkan mawasiswa sebagai agen of change mampu mengemban tugasnya dalam merubah masyarakat yang buta aksara menjadi masyarakat yang gemar berliterasi. selain itu, acara ini juga menanamkan budaya literasi dan penanaman pendidikan berkarakter atau bisa disebut soft skill.

Soft skill merupakan skill yang perlu ditanamkan pada setiap mahasiswa. Kemampuan tersebut meliputi, kemampuan beradaptasi, interaksi, komunikasi, kepemimpinan, pengambilan keputusan, pemecahan masalah. Sedangkan hard skill adalah kemampuan/skill yang sudah dimiliki setiap orang. Contohnya: kemampuan berbahasa Arab, berbahasa Inggris dan lainnya.

Literasi adalah kemampuan seseorang dalam memahami lebih dalam, menelaah lebih luas dan memandang sesuatu dengan lebih kompleks tentang sebuah informasi yang diperoleh."Literasi bukan hanya kemampuan tentang membaca, melainkan memahami sebuah wacana sehingga mampu menghasilkan sebuah tulisan. Seperti Soekarno dengan pidato-pidatonya, WS. Rendra dengan buku-bukunya dan penulis-penulis hebat lainnya. Jika gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, maka penulis mati meninggalkan karya.", Tutur Bu Dwi Astutik.

"Saya senang sekali jika harus bertemu dengan mahasiswa karena bagi saya mahasiswa adalah generasi kehidupan, dimana pasti ada perubahan-perubahan yang mereka ciptakan nantinya, dan saya berharap dengan acara ini mahasiswa mampu memahami pentingnya soft skill dan hard skill dalam menghadapi literasi dan isu-isu saat ini. Masa depan dunia ditangan kita dalam mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas keilmuwan, bermoral dan bertanggung jawab."#PersDevision*Dian_khumairok*


Narasumber : Ibu Nurul Muawwanah, Ibu Dwi Astutik

Reporter : Devi Camelia dan Dian Khumairok

Go to link : www.tbistainkediri.blogspot.com