Belakangan ini kabar burung sering mengitari kampus STAIN Kediri.
Keluhan-keluhan para mahasiswa seolah silih berganti dan tiada henti untuk
diperbincangkan. Mulai dari lambannya kinerja birokrasi, penilaian dosen yang
tidak sesuai, fasilitas yang belum memadai juga beberapa kegiatan yang
dinanti-nanti oleh mereka para mahasiswa ternyata hanya sebuah ilusi. Dalam
situasi seperti ini, gerakan mahasiswa kritis diharapkan menjadi dewa
penyelamat bagi perkembangan juga kemajuan kampus STAIN Kediri.
![]() |
| berpartisipasi dalam pemilu "by Izzah" |
"Terbuktikan kalau bukan dari golongan putih. Dari beberapa hal yang salah pasti ada yang benar, dari beberapa kebenaran pasti ada yang lebih benar atau lebih tepat. Jangan golput, itu masalah !!!"", ujar Fudhoh. salah satu mahasiswi dari prodi Pendidikan Bahasa Arab semester VI.
Udara panas menyengat, begitulah cuaca di “kampus A” STAIN Kediri pada Rabu, 28 Maret 2018. Sejenak, pandangan beralih menuju sudut selatan. Terlihat beberapa mahasiswa berpakaian rapi dan mengenakan jas kebesaran STAIN Kediri. Mereka berjalan menuju gedung rektorat lantai 4. Siapa kah mereka? itulah pertanyaan yang menjalar dalam benak, mereka adalah para DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) dan SEMA (Senat Mahasiswa) STAIN Kediri yang terpilih.
![]() |
| Suasana Pelantikan SEMA"by:Nisa" |
Sebuah momen yang sarat akan makna, momen dimana serah terima
jabatan secara resmi dihadapan jajaran petinggi STAIN Kediri. Mengemban sebuah
amanah yang harus diperjuangkan demi terwujudnya cita-cita yang telah
diikrarkan saat pemilihan. Inilah awal dari sebuah perjuangan yang harus
diusahakan hingga tetes darah penghabisan. Sehingga nantinya mampu menggoreskan
sejarah yang tak lekang oleh zaman.
"Acara pelantikan berlangsung sangat mendadak, tepat sehari sebelum acara berlangsung para SEMA (Senat Mahasiswa) dan DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) terpilih mengetahuinya, namun kesakralan acara tetap terjaga hingga acara selesai.", ungkap Nisa sebagai ketua DEMA terpilih dari prodi TBI (Tadris Bahasa Inggris).
"Setiap ketua dema dari masing-masing prodi wajib menyusun
proker (program kerja) untuk satu tahun kedepan demi terwujudnya STAIN
Kediri yang telah baik, menjadi yang terbaik". Ini adalah pesan dari maha guru dalam hal ini pak nur chamid yang senantiasa harus diingat dan dilaksanakan bagi mereka penyambung lidah mahasiswa.
Semangat tiada henti harus beranjak dititi, semua butuh perjuangan, proses, dan juga waktu. Bukan hanya untuk mereka, tapi kita juga. Melalui sumbangsih kritik dan saran yang bersifat membangun demi terwujudnya cita-cita yang mulia.#Pers Division *Dian_Khumairok*
Semangat tiada henti harus beranjak dititi, semua butuh perjuangan, proses, dan juga waktu. Bukan hanya untuk mereka, tapi kita juga. Melalui sumbangsih kritik dan saran yang bersifat membangun demi terwujudnya cita-cita yang mulia.#Pers Division *Dian_Khumairok*


